Lampu Hazard

Untuk menghindari kesalahan dalam penggunaan lampu hazard maka harus dipahami pemakaian lampu hazard adalah sebagai berikut:

  1. Lampu hazard wajib digunakan pada saat kendaraan mogok baik itu di tengah jalan maupun di bahu jalan agar pengendara lain dapat melihat kedipan lampu dan mengambil langkah antisipasi.
  2. Lampu hazard dapat digunakan apabila kendaraan memerlukan prioritas, seperti adanya keadaan darurat lantaran ada penumpang yang membutuhkan pertolongan medis dengan segera. Hal ini dapat digunakan tapi tidak dianjurkan karena perpindahan jalur kendaraan tersebut tidak diketahui oleh kendaraan lain.
  3. Lampu hazard dapat digunakan apabila ada kendaraan dengan beban sangat berat melaju jauh dibawah kecepatan yang dianjurkan, sehingga harus memperingatkan kendaraan lain dari belakang yang melaju dengan cepat untuk mengambil langkah antisipasi.
  4. Lampu hazard dapat digunakan apabila kendaraan mengalami pengurangan percepatan yang sangat mendadak dan untuk memperingatkan pengendara lain dibelakang agar berhati-hati.
  5. Lampu hazard dapat digunakan pada saat memutar arah dan memotong jalur utama.

Intinya penggunaan lampu hazard adalah untuk “kondisi darurat dan berbahaya” bukan untuk menunjukkan bahwa anda sedang beriringan dengan mobil di depan dan tidak ingin dipotong oleh kendaraan lain.

Menurut aturan internasional penggunaan lampu hazard yang tidak sesuai peruntukkan nya akan menimbulkan kecelakaan dan hal tersebut sangat membahayakan. Lampu hazard yang berwarna kuning terang akan membuat pupil mata pengendara dibelakang mengecil dan pada saat lampu tersebut mati akan membuat pupil mata membesar. Proses membesar dan mengecil ini akan membuat mata kehilangan fungsi fokus nya sejenak. Pada saat inilah bahaya mengancam… pengendara tidak dapat melihat kendaraan lain karena pupil mata nya belum berakomodasi maksimal terhadap cahaya. Pupil mata yang membesar dan mengecil karena cahaya

  • Lampu hazard tidak boleh dipergunakan pada saat kendaraan beriringan, karena akan membahayakan pengendara di belakang yang selalu melihat lampu hazard di depannya, dan perpindahan jalur tidak dapat diprediksi.
  • Lampu hazard tidak boleh digunakan pada saat melalui terowongan yang memerintahkan untuk menghidupkan lampu. Cukup hidupkan lampu hazard maka anda akan menyelamatkan nyawa anda dan nyawa pengendara di belakang anda.
  • Lampu hazard tidak boleh digunakan pada saat hujan lebat dan berkabut karena hal ini akan membuat pengendara lain mengalami hal yang saya sebutkan diatas. Cukup nyalakan lampu malam saja dan apabila terpaksa nyalakan foglamp belakang dan depan karena itulah fungsinya. Lengkapi kendaraan anda dengan foglamp apabila anda sering melewati jalan berkabut.

Khusus untuk kondisi hujan lebat dan kabut tebal, lampu merah yang anda miliki di belakang adalah sudah dipikirkan matang oleh para engineer dan para pembuat aturan lalu lintas internasional karena warna merah adalah warna yang dapat menembus kabut dan hujan lebih baik dari warna apapun, jadi, kenapa kita harus menyalakan lampu hazard?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *