Perbandingan LMPV

Sebagai konsumen pembeli unit kendaraan mobil, Anda berhak mengetahui keunggulan dan kelemahan yang dimiliki masing-masing pabrikan terhadap model LMPV yang ditawarkan. Hadirnya dua pendatang baru pada kuartal kedua 2017, tentunya akan memberikan konsumen banyak pilihan lain.

Mesin merupakan salah satu faktor yang paling dominan yang dipertimbangkan oleh konsumen. Sebagai kendaraan keluarga, mesin sangat berpengaruh untuk memberikan kenyaman ekstra bagi konsumen. Dalam menentukan pilihan, mari kita bandingkan kelima mesin mobil LMPV di Indonesia.

Toyota Avanza

Sebagai penguasa di segmen LMPV, Toyota Avanza dikatakan hanya mengejar fungsionalitas semata. Kendaraan yang memiliki julukan “mobil sejuta umat”, tidak pernah tergoyahkan sebagai market leader meskipun dihadang berbagai merek yang hadir kemudian.

Toyota Avanza menggunakan mesin dengan kode 2NR-FE berkapasitas 1.500 cc berteknologi dual VVT-i. Sang pemuncak mampu menyalurkan tenaga hingga 102 hp pada kecepatan 6.000 rpm. Sementara torsi puncaknya sebesar 137 Nm pada kecepatan 4.200 rpm.

Ada istilah mobil ini paling susah di salip, setelah di salip.. eeeh di depan kita sudah ada lagi.

Suzuki Ertiga

Hadir sebagai penantang Avanza, Suzuki Ertiga sempat membuat heboh pada saat pertama kali diluncurkan. Namun pertumbuhan LMPV berlambang S ini tidak pernah dapat menyalip sang penguasa. Mobil yang berasal dari India tersebut hanya mampu menempel ketat Avanza.

Suzuki Ertiga menggunakan mesin berkode K14B dengan kapasitas 1.400 cc berteknologi VVT. LMPV andalan Suzuki tersebut memilki tenaga maksimal sebesar 93 hp pada kecepatan 6.000 rpm. Sementara torsi maksimal mencapai 130 Nm pada kecepatan 4.000 rpm.

Honda Mobilio

Honda melakukan penyegaran pada model Mobilio di awal tahun ini. LMPV Honda tersebut mampu menyumbang penjualan Honda secara keseluruhan. Mobil penumpang andalan mereka mencuri perhatian melalui tampilan lebih menarik dan menghilangkan kesan mirip Brio.

Honda Mobilio menggunakan mesin 1.5-L SOHC dengan menggunakan teknologi i-VTEC. Dapur pacu LMPV mereka mampu menghasilkan tenaga maksimal 116 hp pada kecepatan 6.000 rpm. Kemudian torsi maksimal yang dimuntahkan sebesar 145 Nm.

Mitsubishi Xpander

LMPV Mitsubishi ini menjadi bahan pembicaraan banyak orang belakangan ini. Sebagai calon pendatang baru, Xpander mencuri perhatian melalui desainnya yang futuristik dan sejumlah fitur unggulan.

Mitsubishi Xpander hadir dengan menggunakan mesin 1,5-L DOHC MIVEC. Tenaga penggerak kendaraan ini diklaim sebesar 103 hp pada kecepatan 6.000 rpm. Sementara torsi maksimum calon pendatang baru dari Mitsubishi memiliki torsi maksimum 145 nm.

Wuling Confero S

Tidak hanya Mitsubishi Xpander, kompetisi di segmen LMPV juga akan diramaikan oleh pendatang dari Tiongkok yakni Wuling Confero S. Jika biasanya produk-produk yang berasal dari Negara China hanya dipandang sebelah mata, hadirnya Wuling kini lebih meyakinkan dengan iming-iming buatan lokal dan jaringan distribusi serta pelayanan yang maksimal.

Wuling Confero S menggunakan mesin 1.5-L dengan teknologi DOHC C-VVT. Jantung pacunya mampu menghasilkan tenaga maksimal sebesar 105 hp pada kecepatan 5.800 rpm. Sedangkan torsi yang dihasilkan mencapai 142 Nm pada kecepatan 3.800 – 4.000 rpm.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *