Dari Ulos ke Pasar Global: Pertamina Dukung 70 Penenun Lokal Samosir Lewat Sakkamadeha

Di galeri sederhana yang berada tidak jauh dari kawasan Danau Toba tersebut, kain ulos tidak hanya dipasarkan dalam bentuk tradisional.

Sakkamadeha juga menghadirkan berbagai produk siap pakai seperti pakaian kasual, kemeja, hingga aksesori yang dirancang agar lebih dekat dengan generasi muda.

“Di galeri ini, kami tidak hanya menjual kain tenun tetapi juga mengolahnya menjadi produk siap pakai seperti pakaian kasual. Hal ini membuat ulos lebih fleksibel digunakan sehari-hari, terutama bagi generasi muda,” kata Stella.

Saat ini, Sakkamadeha memiliki tiga unit usaha utama, yaitu sentra produksi tenun, galeri penjualan produk, dan rumah jahit. Harga produknya pun beragam, mulai dari kain tenun seharga Rp300 ribu hingga Rp2 jutaan, serta produk jadi seperti kaos mulai Rp50 ribu dan kemeja hingga Rp500 ribu.

Dalam memperluas pasar, Sakkamadeha mengandalkan promosi dari mulut ke mulut serta aktif memanfaatkan media sosial melalui Instagram dan Facebook @Sakkamadeha. Mereka juga rutin melakukan siaran langsung untuk memperkenalkan produk kepada pelanggan yang lebih luas.

Tak hanya itu, dukungan Pertamina juga diwujudkan melalui keterlibatan Sakkamadeha dalam berbagai pameran dan event berskala nasional, seperti F1 Powerboat atau F1H2O di Danau Toba.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses pasar sekaligus memperkenalkan produk budaya lokal ke panggung yang lebih luas.

Bagi Stella, dukungan tersebut menjadi dorongan penting bagi keberlanjutan usaha yang dirintisnya bersama para penenun lokal.

Pos terkait