Aset Tembus Rp1.061 Triliun, Perbankan Syariah Kian Perkuat Ekonomi Nasional

Dari sisi intermediasi, rasio Financing to Deposit Ratio (FDR) terus menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa tahun terakhir dan kini mencapai 87,65 persen. Hal ini menunjukkan semakin optimalnya penyaluran dana masyarakat ke sektor produktif.

Sementara itu, kualitas pembiayaan tetap terjaga dengan baik, tercermin dari rasio Non Performing Financing (NPF) Gross sebesar 2,28 persen dan NPF Net sebesar 0,87 persen.

Bacaan Lainnya

Menurut Dian, capaian tersebut menjadi tonggak penting dari implementasi Roadmap Pengembangan dan Penguatan Perbankan Syariah Indonesia (RP3SI) 2023–2027 yang telah diluncurkan OJK pada 2023. Roadmap tersebut menjadi pedoman strategis untuk memperkuat daya saing industri perbankan syariah dalam jangka panjang.

Dalam rangka memperkuat struktur dan ketahanan industri, OJK mendorong konsolidasi perbankan syariah. Saat ini telah terdapat tiga bank syariah berskala besar yang berada pada kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti (KBMI) 2 dan 3.

Tahun ini, industri juga diharapkan mendapatkan tambahan satu Bank Umum Syariah (BUS) baru hasil proses spin-off. Kehadiran BUS baru tersebut diyakini akan memperkuat struktur industri sekaligus memperluas penetrasi layanan perbankan syariah di Indonesia.

Konsolidasi juga dilakukan pada sektor Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Syariah. Sebanyak 21 BPR/BPR Syariah tengah menjalani proses penggabungan yang ditargetkan menghasilkan sembilan BPR Syariah yang lebih kuat, efisien, dan berdaya saing tinggi.

Langkah ini merupakan implementasi pilar pertama RP3SI, yakni penguatan struktur dan ketahanan industri perbankan syariah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *