Sejak 2024, OJK menjalankan Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) yang berfokus pada penguatan potensi ekonomi lokal melalui pembangunan ekosistem pembiayaan dan kolaborasi lintas sektor.
Hingga kini, program tersebut telah diimplementasikan di 40 kabupaten dan kota dengan fokus pada sektor agrikultur dan ekonomi kreatif di berbagai wilayah seperti Sumatera Selatan, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jakarta.
Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Hernawan Bekti Sasongko, mengatakan perluasan Program PED diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi nyata di daerah melalui penguatan ekosistem sektor prioritas.
Sementara itu, Airlangga menilai pertumbuhan ekonomi nasional sangat bergantung pada performa ekonomi daerah. Pemerintah, kata dia, terus mempercepat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), memperkuat digitalisasi ekonomi, mendorong hilirisasi industri, serta menyiapkan sumber daya manusia yang kompetitif.
Ketua Komisi XI DPR RI, Misbakhun, juga menilai sektor jasa keuangan memiliki kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Penyaluran pembiayaan yang tepat sasaran diyakini dapat memperkuat UMKM sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat yang berdampak terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menambahkan bahwa kekuatan ekonomi daerah tidak hanya diukur dari besarnya anggaran, tetapi kemampuan mengubah anggaran menjadi layanan publik, produktivitas, dan kesejahteraan masyarakat.
Fokus Program PED di Berbagai Daerah
Dalam implementasinya, OJK mengarahkan PED sesuai karakteristik ekonomi wilayah:
1. Sumatera Selatan: pengembangan ekosistem kopi dari hulu hingga hilir dengan peluang peningkatan produksi nasional hingga 1,2 juta ton per tahun dan valuasi industri mencapai Rp129 triliun.
2. Jawa Timur: penguatan ekosistem susu sapi perah dengan potensi ekonomi mencapai Rp49,5 triliun.





